Pojok para guru
Tahap-tahap Pernikahan Jawa
Tahap I
Setelah ada kesepakatan dari kedua pihak mempelai, keluarga mereka
mulai menentukan hari dan tanggal pernikahan sesuai dengan pertimbangan penanggalan
Jawa. Mendisain undangan, menentukan tempat pernikahan dan jumlah undangan.
Tahap II
Karena ada lima agama di Indonesia biasanya keluarga mempelai
juga melakukan doa menurut agama masing-masing. Doa tersebut dilaksanakan pada
upacara ‘Siraman Pengantin’, sehari sebelum resepsi pernikahan yang
dilakukan di rumah kedua belah mempelai. Air untuk upacara siraman diambil dari
lima sumber/sumur yang berbeda, ditambah dengan aneka bunga dan irisan daun
pandan. Orang yang melakukan siraman kepada pengantin masing-masing berjumlah
tujuh orang, terdiri dari orang tua pengantin, tante, nenek serta tetangga kiri
kanan khususnya yang sudah menikahkan anaknya dan dipandang baik. Lalu dilanjutkan
dengan upacara ‘Malam Midodareni’ yang sekaligus merupakan perkenalan
kedua pihak keluarga mempelai. Pada saat itu mempelai laki-laki tidak diperbolehkan
menikmati makanan hanya boleh minum air putih. Setelah pukul 12 malam baru boleh
makan dan tidur. Dia juga tidak boleh melihat mempelai wanita.
Tahap III
Hari ‘H’ merupakan saat dimana mempelai dinikahkan
menurut agama yang dianut dan disahkan menurut undang-undang negara. Ini bisa
dilakukan di rumah, masjid atau gereja dan dilanjutkan dengan resepsi yang mengundang
kerabat, kenalan, teman kerja dan tetangga orang tua kedua mempelai dan teman-teman
mempelai.
Situs web
Pernikahan antar agama
www.geocities.com/amemorikaze/wedding3.htm
www.geocities.com/HotSprings/6774/9.html
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=224
Pernikahan Konghucu
http://iccsg.wordpress.com/2006/10/11/adat-pernikahan/
http://www.suaramerdeka.com/harian/0603/12/nas06.htm
Bebaskah agama
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=278
www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/11/27/brk,20061127-88467,id.html
www.polarhome.com/pipermail/nusantara/2002-August/000012.html
www.freelists.org/archives/ppi/09-2005/msg00110.htm
Hari Raya Indonesia
www.expat.or.id/holidays.html
Bapa kami
Teachers in Christian denominational schools in Australia might
find the Indonesian version of the Lord’s Prayer useful in the classroom:
Bapa kami yang ada di surga
Dimuliakanlah nama-Mu
Datanglah kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu
Diatas bumi seperti di dalam surga
Berilah kami rejeki pada hari ini
Dan ampunilah kesalahan kami
Seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami
Dan jangan masukkan kami ke dalam pencobaan
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin
Kosa-kata
aneka — all sorts of
dipandang baik — well respected
masing-masing — respective
mempelai — bride/bridegroom
penanggalan — calendar
siraman — bathing ceremony
(Java)
Inside Indonesia 89: Apr-Jun 2007
|